Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun botani (tumbuh-tumbuhan) besar, luasnya mencapai 80 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun Raya Bogor merupakan tempat bersejarah. Kebun Raya ini pada mulanya merupakan bagian dari samida (hutan buatan atau taman buatan), yang telah ada pada masa Kerajaan Sunda dengan Raja Prabu Siliwangi (1474-1513 Masehi). Sebagaimana tertulis dalam Prasasti Batu Tulis, hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. 🙂 🙂 🙂 Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani Belanda, Raffles merubah halaman Istana Bogor menjadi sebuah taman bergaya Inggris Klasik.
Pengelolaan Kebun Raya Bogor berada di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kebun Raya Bogor tercatat sebagai kebun botani terbaik ke’enam di dunia dan terbaik pertama di Asia Tenggara. Koleksi yang kaya dengan area yang begitu luas menjadi daya tarik bagi wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri. Sebab itu, Kebun Raya Bogor merupakan kebanggaan penduduk Kota Bogor. Dan bagi warga Bogor sendiri, Kebun Raya Bogor adalah sebuah misteri. 🙂 Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) dan bunga Rafflesia, karena saat-saat mendekati mekar bunga ini akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga Bangkai dapat mencapai tinggi 2m dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan. Bunga Bangkai ini hanya mekar selama satu minggu setelah itu layu/mati.

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/1.jpg?resize=450%2C523

Sumber:jurnaltransformasiku.wordpress.com (Bunga’Bangkai)

https://i2.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/raflesia-140102c.jpg?resize=602%2C333

Sumber:cdn1-a.production.liputan6.static6.com (Raflesia)

Wisatawan yang berminat mengunjungi Kebun Raya Bogor dapat menempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan umum, bus maupun kereta api. Sarana transportasi umum cukup banyak, sehingga wisatawan tak perlu khawatir kesulitan memilih kendaraan yang diinginkan. Rute menuju Kebun Raya Bogor pun cukup mudah, akses jalannya yang baik dan letaknya tidak jauh dari pusat kota, sehingga Kebun Raya ini mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. 🙂 Di kawasan Kebun Raya Bogor terdapat rumah inap yang merupakan bekas rumah direktur Kebun Raya pada masa kolonial yang dapat disewa oleh wisatawan. Wisatawan juga bisa menginap di hotel lainnya yang tidak jauh dari area wisata ini.
Saat memasuki pintu gerbang utama Kebun Raya Bogor, anda akan disambut oleh dua patung Ganesha yang melambangkan Kebijaksanaan dan Ilmu Pengetahuan dalam kepercayaan Hindu. Dari pintu gerbang utama Kebun Raya , anda dapat memilih beberapa rute untuk ditelusuri. Terdapat empat rute jalan kaki sebagaimana ditulis dalam buku Panduan Kebun Raya Bogor yang terbit tahun 1997. Di Kebun Raya Bogor ini ada banyak spot menarik, bukan hanya pemandangannya yang indah, tetapi juga banyaknya kisah misteri yang bertebaran terkait lokasi ini.

https://i2.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/Kebun-Raya-Bogor.jpg?resize=601%2C400

Sumber:4.bp.blogspot.com/-Q3QMRIsJ6EA/Vp2 (Gerbang’Utama’Kebun’Raya’Bogor)

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/bogor-botanical-garden1.jpg?resize=601%2C400

Sumber:audyna16.wordpress.com (Gerbang’1’Kebun’Raya’Bogor)

Berikut tempat-tempat menarik di Kebun Raya Bogor yang dapat anda temukan

1. Monumen Lady Raffles
Monumen Lady Raffles dapat anda temukan di dekat pintu utara Kebun Raya Bogor. Bangunannya menyerupai sebuah gazebo bertiang 8 dan di tengahnya terdapat semacam prasasti. Yang menarik di Monumen Lady Raffles, tertulis perasaan seorang penjelajah ulung asal Inggris, seorang jenderal tangguh dan sudah memenangkan banyak perang. 🙂 Singkat cerita: Olivia Mariemne Raffles (Lady Raffles) nama lahirnya adalah Olivia Mariamne Devenish, merupakan istri pertama dari sang penjelajah ternama Sir Thomas Raffles. Tindakan-tindakan sang Lady Raffles selama mendampingi suaminya, perannya bukan sekedar seorang istri tapi juga ia menjadi partner yang bisa mengimbangi langkah dan kemauan suaminya dalam melakukan reformasi. Pada tanggal 26 November 1814, Olivia Mariamne Devenish wafat. Wafatnya Lady Raffles membuat Raffles merasa kehilangan orang yang disayanginya sekaligus partnernya. Terlihat dari puisi yang terukir di prasasti monumen Lady Raffles:

Oh thou whom neer my constant heart… (kamu yang selalu ada di hatiku)
One moment hath forgot… (tak pernah sedikitpun kulupakan)
Tho fate severe hath bid us part… (walaupun takdir memisahkan kita)
Yes still-forget me not… (janganlah pernah lupakan aku)

Puisi tersebut mencerminkan perasaan cinta dan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Banyak yang menduga bahwa monumen ini adalah makam dari Olivia Mariamne Raffles “sang Lady Raffles”. Dugaan tersebut tidak benar karena makamnya berada di pemakaman Belanda di Jakarta. Lokasi pemakaman tersebut dikenal dengan Museum Taman Prasasti di Jalan Tanah Abang no 1.

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/olivia-raffles-tomb.jpg?resize=601%2C451

Sumber:iwansuwandy.wordpress.com (Monumen’Lady’Raffles)

 

2. Danau Gunting
Anda hanya perlu berjalan lurus dari monumen Lady Raffles, dan akan sampai ke tempat dimana Danau Gunting berada, tepatnya di belakang Istana Bogor. “Danau Gunting” nama danau ini diambil dari bentuk danau yang bila dilihat dari udara menyerupai bentuk sebuah gunting. Banyak orang yang melihat dan mengagumi danau ini. 🙂 Di tengah danau ini terdapat pulau kecil yang ditumbuhi berbagai tumbuhan serta sebagai tempat habitat berbagai jenis burung. Dan juga terdapat sebuah airmancur kecil, dipadu dengan beberapa jenis Teratai yang tumbuh di danau ini.
Di pinggiran Danau Gunting ditumbuhi berbagai jenis pohon yang berusia ratusan tahun dan juga terdapat jalan setapak, serta dilengkapi sarana taman seperti bangku taman agar pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati suasana. Pemandangan di danau ini sangat indah dengan air danau yang menghijau karena lumut, dan juga dihiasi jembatan merah kecil yang menyeberangi danau. Jika anda berjalan sedikit ke arah dimana menara Istana Bogor terlihat, maka anda akan melihat dunia berwarna pink yang diakibatkan oleh sebaran bunga Teratai. 🙂 Keunikan danau ini, yang lebih terkenalnya adalah adanya kisah misteri yang bertebaran terkait lokasi ini. Saksi dari masyarakat sekitar menyebutkan bahwa, ketika di malam hari sering terlihat penampakan seorang Noni Belanda yang selalu menampakan diri di tengah danau, serta seekor ular besar yang bisa menghilang begitu saja (misterius). Benar atau tidaknya, cerita tersebut sulit dibuktikan.

https://i2.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/5-tempat-paling-ditakuti-di-kebun-raya-bogor_danau-gunting.jpg?resize=602%2C339

Sumber:1.bp.blogspot.com/-29l1tb8Phqk/UqSt7W6k (Danau’Gunting)

Ada hal yang menarik untuk dilihat dari sisi Danau Gunting. “Monumen Reinwardt” tepat berada di sisi kiri, tepatnya berada di halaman belakang Istana Bogor. Monumen Reinwardt menyerupai sebuah prasasti atau tugu peringatan untuk sang Pendiri Kebun Raya Bogor. Pada Monumen Reinwardt terdapat pahatan foto dari Caspar Georg Karl Reinwardt (disingkat C.G.K Reinwardt), nama lengkap sang pendiri Land’s Plantentuin, cikal bakal Kebun Raya Bogor. Monumen ini dibuat untuk mengenang Georg Karl Reinwardt akan jasanya terhadap tempat kebanggaan Kota Bogor dan Indonesia ini. Monumen Reinwardt didirikan oleh Herwig Zahorka dan Kedutaan Besar Jerman. Peresmian Monumen ini dilakukan pada tanggal 17 Mei 2006 oleh Duta Besar Jerman pada saat itu Joachim Broudre-Groger. Peresmian dilakukan dengan cara penanaman dua buah tanaman asal bumi Papua, Osmoxylon Boerlagei.

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/Bogor-Barat-20121126-00651.jpg?resize=601%2C451

Sumber:liburkeluarga.com (Monumen Reinwardt)

Masih di sisi Danau Gunting, menghadap ke bagian belakang Istana Bogor terdapat sebuah patung yang menjulang tinggi. “Patung Tangan Tuhan” (The Hand of God)” adalah sosok sebuah tangan yang menjungjung postur seorang laki-laki yang sedang menengadahkan kepala dengan mulut terbuka. Patung ini terpasang di tempat tersebut pada masa Presiden Soekarno, setelah Irian Jaya atau Papua bergabung ke Indonesia, waktu tepatnya tidak diketahui hanya diperkirakan sekitar tahun 1963. Patung ini merupakan persembahan dari pemerintah Swedia, replika dari patung aslinya yang ada di Milles Garden, Swedia.

https://i2.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/20150216103432524.jpg?resize=602%2C332

Sumber:sp.beritasatu.com (Patung Tangan Tuhan)

Selain Patung Tangan Tuhan, di sisi Danau Gunting terdapat sebuah sosok patung lain. “Patung The Little Mermaid” wujudnya seperti seorang gadis yang sedang merenungi sesuatu sambil menatap riak air. Patung tersebut adalah salah satu replika dari total 14 replika Patung The Little Mermaid yang ada di dunia. Versi Patung Little Mermaid yang di Istana Bogor lebih kecil dibandingkan dengan aslinya. Patung yang asli terdapat di pelabuhan kota Kopenhagen Denmark, ditempatkan di atas sebuah karang menghadap ke laut lepas. Patung The Little Mermaid yang ada di Istana Bogor diberikan sebagai hadiah dari Kerajaan Denmark kepada Indonesia di tahun 1958 sebagai simbol persahabatan kedua negara. Patung Little Mermaid adalah ikon atau ciri khas yang sangat dibanggakan oleh rakyat negeri tersebut, maka dari itu penghadiahan Patung Little Mermaid menunjukkan betapa berharganya Indonesia di mata Kerajaan Denmark.

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/134925_duyung1.jpg?resize=601%2C425

Sumber:images.detik.com (Patung The Little Mermaid)

Patung Tangan Tuhan (The Hand of God) dan Patung Little Mermaid (Si Duyung Kecil), keduanya bukan berada di wilayah Kebun Raya Bogor. Pengelolaan Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor sudah dipisahkan sejak tahun 1868. Meski demikian, pengunjung masih bisa menikmati keunikan dari kedua patung itu dari arah Danau Gunting.

 

3. Pemakaman Belanda Kuno
Di dekat Prasasti Reinwardt, berjalan ke arah kiri (arah barat). Terlihat rumpun bambu yang sangat rimbun, di tempat itulah terdapat komplek Pemakaman Belanda Kuno. Keberadaan komplek pemakaman ini tertutup oleh banyaknya rumpun bambu sehingga pengunjung jarang memasuki tempat ini. Komplek Pemakaman Belanda Kuno adalah tempat peristirahatan terakhir bagi banyak “orang penting” pada masanya. Selain bersejarah, di komplek pemakaman ini ada satu hal lain yang menarik diperhatikan adalah tentang keunikan bentuk dari makamnya. Banyak dari makam-makam tersebut yang mengikuti arsitektur masa lalu negara Belanda, sebagian memiliki pahatan di dindingnya. Ada juga yang memiliki bentuk seperti obelisk. Di Pemakaman Belanda Kuno terdapat 42 makam. 38 diantaranya memiliki identitas dan 4 sisanya tidak memiliki tanda apa-apa. Salah satu dari makam tersebut usianya bahkan lebih tua dibandingkan Kebun Raya Bogor. Pemakaman ini sudah ada sejak tahun 1784.

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/2.UNIKNYA-Kuburan-Belanda-Kuno-di-Kebun-Raya-Bogor2.jpg?resize=601%2C468

Sumber:anindiati.com (Pemakaman Belanda Kuno)

 

4. Taman Teysmann dan Tugu Teysmann
Setelah dari komplek Pemakaman Belanda Kuno, menuju sebuah taman yang cukup luas. Jalan setapak terbuat dari bata merah terdapat di semua sisi. Tempat ini adalah sebagai salah satu spot di Kebun Raya Bogor yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Di tengah taman terdapat sebuah tugu berbentuk obelisk yang menjadi pusat dari sekitarnya “Tugu Teysmann”. Nama tamannya pun sama dengan nama tugu tersebut “Taman Teysmann”. Tugu dan taman ini didirikan oleh Melchior Treub tahun 1884. Taman Teysmann dan Tugu Teysmann didedikasikan kepada seorang yang berperan besar terhadap kelangsungan dan perkembangan Kebun Raya, orang tersebut bernama Johanes Elias Teysmann, yang menjabat sebagai direktur Lands Plantentuin (nenek moyang Kebun Raya pertama di Asia Tenggara).

https://i2.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/PhotoGrid_1442759617118-1.jpg?resize=601%2C453

Sumber:lh3.googleusercontent.com/-Yf1DlXQWGP (Taman’Teysmann-Tugu’Teysmann)

 

5. Treub Laboratorium dan Wisma Tamu Nusa Indah
Dari Taman Teijsman, mengikuti jalan setapak atau juga jalan aspal dan mengarah ke Selatan. Lokasi dimana Treub Laboratorium dan Wisma Tamu Nusa Indah berada. Treub Laboratorium diambil dari nama salah seorang Direktur Kebun Raya Bogor “Melchior Treub”, seorang ahli botani berkebangsaan Perancis yang mengabdikan dirinya selama hampir 30 tahun. Ia pulalah yang mendirikan Buitenzorg Landbouw Hogeschool, cikal bikal dari Institut Pertanian Bogor (IPB). 🙂 Treub Laboratorium, bangunan yang dulu dipergunakan oleh Melchior Treub untuk melakukan penelitian ini sangat kental bergaya Eropa, terlihat dari berbagai bentuk bagiannya. Bangunan yang ada di sebelah Treub Laboratorium, yang sekarang menjadi Wisma Tamu Nusa Indah dahulunya adalah rumah dimana Melchior Treub tinggal. Wisma Tamu Nusa Indah adalah salah satu bagian yang menarik untuk dilihat di dalam Kebun Raya. Bangunan wisma ini memiliki gaya arsitektur yang serupa (bergaya Eropa). Wisma Tamu Nusa Indah memiliki 8 kamar tidur dan dapur. Pemandangan di sekitar wisma merupakan salah satu yang terbaik di Kebun Raya Bogor.

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/DSCF7965_zpsb26cdcd9.jpg?resize=601%2C451

Sumber:i1115.photobucket.com/k543/baek2 (Treub’Laboratorium)

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/DSCF7971_zps1baf6900.jpg?resize=601%2C451

Sumber:i1115.photobucket.com/k543/baek2 (Wisma’Tamu’Nusa’Indah)

 

6. Museum Zoologi
Setelah dari Treub Laboratorium dan Wisma Tamu Nusa Indah, menuju sebuah museum “Museum Zoologi”. Luas bangunan Museum Zoologi adalah sekitar 1500 meter persegi yang dibagi dalam 24 ruangan. Masing-masing ruangan memiliki ciri khas berdasarkan fauna apa yang dipamerkan dalam ruangan tersebut. Ada ruangan khusus ikan, reptil dan lain sebagainya. Koleksi specimen satwa yang diawetkan yang terdapat di Museum Zoologi banyak sekali. Kira-kira ada 2000 specimen satwa yang dipamerkan kepada umum, selebihnya terdapat di gedung Widyasatwaloka, Pusat Ilmu Pengetahuan Cibinong. Salah satu ikon favorit di Museum Zoologi ini adalah kerangka Ikan Paus (Paus Biru, mahluk terbesar di dunia) dan Kepiting Raksaa dari Jepang.
Museum Zoologi pernah memiliki julukan lain sebagai si “Kantor Bulao” atau “Gedung Bulao”. Julukan tersebut bukanlah nama resmi. Julukan tersebut disebabkan oleh fisik bangunan museumnya. Bulao, benda ini sering digunakan para ibu untuk mencuci. Bulao dipakai untuk mencuci pakaian berwarna putih agar tidak tampak kusam dan putihnya tetap cemerlang. Fungsinya mirip dengan pemutih yang biasa dipakai saat ini. Bentuk Bulao adalah bubuk yang dipadatkan dalam bentuk kotak. Kemasan dan isinya berwarna biru. Museum Zoologi disebut dengan “Kantor Bulao” atau “Gedung Bulao” adalah karena catnya berwarna biru. Museum Zoologi memiliki sejarah yang sangat panjang (jika diceritakan).

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/museum-zoologi.jpg?resize=601%2C361

Sumber:wisataweb.com (Museum’Zoologi)

 

7. Taman Meksiko (Gurun di dalam hutan)
Di dekat Museum Zoologi, berbelok ke arah kanan (arah timur). Sesampai di persimpangan berjalan arah lurus, terdapat sebuah jalan kecil di sebelah kanan. Itulah jalan menuju ke sebuah tempat yang konon dulunya cikal bakal Bogor. Di lokasi tersebut, (diduga) dulu berdiri yang namanya Kampoeng Bogor (Pemukiman penduduk pertama di Bogor). Yang akan dituju bukanlah sebuah perkampungan, melainkan sebuah gurun kecil di dalam hutan. Gurun kecil yang dimaksud adalah sebuah taman “Taman Meksiko”. Taman ini terlihat gersang, dan sepertinya memang sengaja dibuat demikian. Suasana kering dan gersang memang diciptakan untuk menampung berbagai jenis tanaman sukulen. Terdapat puluhan jenis tanaman sukulen bertebaran di Taman Meksiko.
Tanaman Sukulen adalah jenis tanaman yang tahan pada kekeringan. Kerena itu tidak mengherankan kalau di taman ini banyak ditemukan berbagai jenis Kaktus, Yucca dan Agave. Meksiko adalah nama sebuah negara di Amerika Tengah, yang diketahui memiliki beberapa tempat yang kering dan gersang. Salah satunya yang terkenal adalah Gurun Sonoran. Taman Meksiko Kebun Raya Bogor ini pun diberi tambahan beberapa ornamen yang cukup unik dan berbau negara Meksiko. Terlihat sosok tiga laki-laki bertopi khas Meksiko (sombrero) di salah satu bagian taman. Di tambah dengan sosok seorang penari tap sedang meliuk. Keberadaan patung-patung ini lengkap dengan alat musik biola, gendang dan banjo. Meskipun taman ini terlihat lebih gersang dibandingkan dengan bagian lain dari Kebun Raya Bogor, tetapi udaranya terasa sejuk.

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/15705674021_db209b3a07_b.jpg?resize=601%2C451

Sumber:c2.staticflickr.com (Taman’Meksiko)

 

8. Jembatan Pemutus Cinta
Dari Taman Meksiko ke arah Sungai Ciliwung. Menyeberangi Sungai Ciliwung untuk menuju tempat-tempat yang memiliki daya tarik di Kebun Raya Bogor lainnya, melalui Jembatan Pemutus Cinta. Jembatan ini bentuknya hanya seperti suspension bridge, jembatan bersuspensi dimana rangka jembatan tergantung pada kawat tebal. Jembatan gantung ini berwarna merah dan panjangnya kurang lebih 25-30 meter, dibangun pada saat bersamaan dengan perluasan Kebun Raya Bogor ke arah Timur.
Mitos tentang banyaknya hubungan yang kandas setelah melewati jembatan ini hingga sekarang masih terus terdengar. Cerita yang berkembang di masyarakat terkait dengan jembatan gantung ini adalah bahwa apabila sepasang kekasih melewati jembatan ini, maka jalinan kasih mereka akan kandas di tengah jalan. Itulah sebabnya mengapa jembatan berwarna merah ini mendapatkan julukan sebagai Jembatan Pemutus Cinta. Jembatan ini dianggap bertanggung jawab terhadap hancurnya banyak kisah percintaan. 🙂 Beberapa orang pernah bercerita tentang kandasnya hubungan asmara mereka setelah melewati jembatan ini. Buktinya sangat banyak sehingga kisah tersebut mendapatkan suatu pembenaran. Maka dari itu, pasangan kekasih yang berkunjung ke Kebun Raya, banyak yang menjauh dari jembatan ini, mereka memilih memutar lebih jauh daripada harus melewati Jembatan Pemutus Cinta. (antara Mungkin dan Tidak’Mungkin)

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/Bogor-Timur-20121126-00659.jpg?resize=601%2C451

Sumber:infonitas.com (Jembatan’Pemutus’Cinta)

 

9. Jalan Kenari II
Setelah melalui Jembatan Pemutus Cinta, maka Jalan Kenari II yang akan dilalui ini menunjukkan wujudnya seperti apa Bogor di tahun 1970-an. Deretan Pohon Kenari di kedua sisi jalan, sama persis dengan apa yang ditemukan di era 70-an di hampir semua jalan di Kota Bogor. Dahulu, pada suatu masa, Kota Bogor pernah dikenal sebagai Kota Kenari. Alasannya karena di Kota Bogor, dimana-mana akan ditemukan Pohon Kenari, dan warga Bogor dulunya mendapatkan penghasilan dari membuat kerajinan tangan dari buah kenari.

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/krb.jpg?resize=601%2C398

Sumber:eschasacici.wordpress.com (Jalan’Kenari’II)

 

10. Taman Astrid
Setelah melalui Jalan Kenari II, tujuan berikutnya menuju ke sebuah taman. Seorang Ratu Belgia yang merupakan ibunda Raja Boudouin, sangat cantik sekali. Kecantikannya terkenal di seantero jagad pada masanya, namanya Ratu Astrid. Nama tersebut sekarang menjadi nama sebuah taman “Taman Astrid”. Taman ini dibuat di tahun 1929 untuk menyambut kedatangan Ratu Astrid dan Raja Leopold dari Belgia. Kecantikan Ratu Astrid diabadikan dalam wujud keindahan taman ini. Selain cantik, Ratu Astrid adalah seorang yang sederhana selama hidupnya. 🙂 Taman Astrid adalah salah satu bagian dari Kebun Raya Bogor yang paling berbeda dengan bagian lain dari Kebun Raya. Taman Astrid ini berbentuk sebuah lapangan luas yang berdekatan dengan Jalan Pajajaran, taman ini sangat terbuka dan minim pepohonan. Taman Astrid memiliki beberapa bagian, masing-masing bagian seperti memiliki fungsinya sendiri-sendiri tetapi menghasilkan sebuah pemandangan yang indah dipandang. Rerumputan hijau bagaikan permadani berpadu dengan air mancur, kolam dan bunga Kana merupakan ciri khas dari Taman Astrid.

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/lapangan-astrid-kebun-raya.jpg?resize=601%2C399

Sumber:fahmianhar.wordpress.com (Taman’Astrid)

Nama sebuah kolam yang ada di taman ini juga diambil dari nama sang Ratu, yaitu “Kolam Astrid”. Kolam ini memiliki keistimewaan, keistimewaannya adalah bunga Teratai yang bertebaran di atas kolam tersebut. Bunga Teratai di Kolam Astrid ini adalah Victoria Amazonica (Teratai raksasa dari rimba Amazon). Teratai Victoria Amazonica ini daunnya bisa mencapai 3-4 M, daunnya bisa menanggung beban seorang bayi tanpa takut tenggelam. Sulurnya yang berada di bawah air bisa mencapai 7-8 meter, bunganya berwarna putih.

https://i2.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/Kebun-Raya-Bogor-1.jpg?resize=601%2C451

Sumber:1.bp.blogspot.com/-Yv_XbiHqcrc/VMC9H8 (Kolam’Astrid)

Di Taman Astrid terdapat Jalan Kembar, disebut Jalan Kembar karena terdiri dari dua buah jalan yang dipisahkan oleh sebuah taman kecil berada di sepanjang jalan. Jalan Kembar ini disebut “Jalan Astrid”. Taman pemisah ini ditanami dengan bunga Tasbih (Canna Hybrida). Ada jenis yang berwarna kuning kemerahan, ada juga berwarna merah kehitaman. Ketika musim kemarau, taman memanjang ini akan terlihat berwarna-warni. Berbeda dengan pada saat musim hujan, taman kecil ini terlihat berwarna-warni tetapi bunganya terlihat agak layu. Sebenarnya bukan layu tetapi karena tertimpa hujan bentuk bunganya tidak penuh dan agak merunduk.

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/VRP66GHrstgG19fEfnqo_file_3_AstridFB.jpg?resize=602%2C301

Sumber:krbogor.lipi.go.id (Jalan’Astrid)

Di Taman Astrid ada satu tempat unik lagi yang menarik yaitu sebuah kafe “Kafe Dedaunan”, yang sekarang disebut dengan “Grand Garden”. Bentuk dan beberapa ornamen yang terdapat di kafenya mengundang perhatian. Beberapa patung bernuansa Eropa tampak di bagian muka, tetapi di bagian sisinya ornamen bernuansa khas Indonesia. Kafe Dedaunan atau Grand Garden merupakan kafe satu-satunya yang ada di dalam Kebun Raya ini. Para pengunjung Kebun Raya Bogor sangat menyukai berada di Taman Astrid ini.

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/Cafe-Dedaunan-2.jpg?resize=601%2C400

Sumber:disgiovery.com (Cafe’Dedaunan)

 

11. Griya Anggrek
Menelusuri Jalan Kembar sambil menikmati keindahan bunga Tasbih, menuju tempat yang baru dibangun di tahun 2002 lalu, tepatnya pada 25 Mei 2002. Meskipun tempat ini tidak memiliki sejarah, tetapi tempat ini menyimpan cukup banyak keanekaragaman sebuah spesies tanaman Indonesia. Tempat tersebut bernama “Griya Anggrek”, Namanya kadang disebut “Taman Anggrek” atau “Rumah Anggrek”. Meski demikian, greenhouse (rumah kaca) ini diberi nama Griya Anggrek pada saat diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Megawati Soekarnoputri. Griya Anggrek dikhususkan sebagai tempat penyimpanan kurang lebih 500 spesies Anggrek. Bunga-bunga Anggrek ini bukan hanya diambil dari berbagai hutan di Indonesia tetapi juga berbagai jenis Anggrek hibrida (hasil silangan). Namun sebagian besar Anggrek yang berada di Griya Anggrek merupakan spesies asli yang diambil dari berbagai hutan di Indonesia.
Pemandangan dalam Griya Anggrek sangat indah dan memukau, berbagai jenis Anggrek bergantungan di dalam rumah kaca tersebut. Untuk membedakan jenisnya, sayap kiri Griya Anggrek adalah untuk Anggrek spesies (Anggrek alam), sedangkan sayap kanan untuk Anggrek hibrida (hasil silangan). Anggrek hibrida terkesan lebih menarik dan berwarna-warni dibandingkan aslinya. Salah satu jenis hibrida lebih terkesan indah adalah Aglaonema atau Sri Rejeki. 🙂 Kebanyakan pengunjung Kebun Raya Bogor memilih langsung ke sayap kanan. Meskipun demikian, sayap kiri Griya Anggrek juga menyimpan keindahan. Penataan yang baik memberikan kesan di tempat ini walaupun tidak berwarna-warni, namun tetap menimbulkan daya tarik tersendiri. Warna hijau mendominasi membuat ruangan rumah kaca di bagian ini terkesan teduh, ditambah sebuah kolam dengan air mancur kecil membuat suasana terasa tenang. Jika anda membutuhkan oleh-oleh ala Kebun Raya Bogor, anda bisa membelinya langsung disini, karena Griya Anggrek juga berfungsi sebagai toko. Di sekitar Griya Anggrek terdapat beberapa tempat yaitu Herbarium, Orchidarium, Laboratorium Kultur Jaringan dan ada pula koleksi Tumbuhan Obat.

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/Rumah-Anggrek.jpg?resize=601%2C338

Sumber:semirata2014.fmipa.ipb.ac.id (Griya’Anggrek)

 

12. Taman Lebak Sudjana Kassan
Keluar dari Griya Anggrek, mengarah ke “Taman Rahasia”. Disebut Taman Rahasia karena taman ini tempatnya agak terpencil di sudut paling utara Kebun Raya Bogor. Seringkali luput dari pengunjung sehingga terkesan tersembunyi. Taman Rahasia ini cukup spesial karena ada sosok yang unik yang jarang diketahui pengunjung, sosok unik tersebut adalah burung Garuda (lambang Negara Indonesia). Untuk mengetahui sosok unik itu harus melihatnya dari tempat yang tinggi. Taman Rahasia ini memiliki nama “Taman Lebak Sudjana Kassan” atau “Taman Bhineka” disebut juga “Taman Garuda”.
Sudjana Kassan adalah seorang ahli biologi yang menjadi pemimpin Indonesia pertama menggantikan J.Douglas pada tahun 1985, namanya di abadikan sebagai nama taman ini. Taman Lebak Sudjana Kassan ini adalah salah satu spot yang menyenangkan untuk dikunjungi. Di bagian undakan terdapat akar-akar pohon gantung tua dan berukuran besar sehingga orang dewasa pun bisa berayun tanpa takut akar putus. Di tengah-tengah taman terdapat air mancur, di pinggirannya terdapat tanaman-tanaman yang ditata dalam satu relief yang besar. Di taman ini juga terdapat sebuah patung Kepala Sudjana Kassan.

https://i0.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/Pemandangan-yang-dilihat-dari-atas-ketinggian-terlihat-jelas-bentuk-burung-Garudanya-e1357795141163-2vp2oc2hy8nnxqby4sq3gg.jpg?resize=602%2C297

Sumber:info-bogor.com (Taman’Lebak’Sudjana’Kassan)

 

13. Makam Mbah Jepra
Dari Taman Lebak Sudjana Kassan terdapat jembatan gantung untuk menuju Makam Mbah Jepra. Kompleks Makam Mbah Jepra ini menyimpan misteri bukan hanya karena mitos. Dari sisi arkeologi dan sejarah, kalau terbukti maka kompleks makam ini adalah sebuah bukti tentang asal usul dan usia Kota Bogor. Dalam komplek ini diyakini adalah pemakaman bagi tiga tokoh penting dari Kerajaan Pakuan Pajajaran. Salah satu makam, diyakini oleh banyak orang sebagai makam istri kedua dari Prabu Siliwangi, Sang Raja Pajajaran. 🙂 Suasana di sekitar kompleks Makam Mbah Jepra memang terasa mencekam, mungkin karena cerita mengenai keangkeran tempat ini. Banyak kisah orang celaka karena berbuat tidak pantas di sekitar area ini. Konon, hal itu disebabkan oleh kemarahan Mbah Jepra yang tidak mau tempatnya dikotori oleh perbuatan tak pantas.

https://i1.wp.com/hansauto.net/wp-content/uploads/2016/06/1-Duh-Makam-Mbah-Jepra-Dibongkar.jpg?resize=601%2C412

Sumber:pojoksatu.id (Makam’Mbah’Jepra)

🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Kebun Raya Bogor buka setiap hari dari pukul 08:00 WIB hingga 17:00 WIB. Kebun Raya ini ramai dikunjungi, terutama hari Sabtu dan Minggu. Objek wisata Kebun Raya Bogor cocok bagi anda yang ingin berlibur bersama keluarga. Areanya yang luas bisa untuk bermain dan bersantai sembari menghirup udara segar, sedangkan berbagai koleksi tumbuhan dan hewan awetan yang dimiliki oleh Kebun Raya ini merupakan sarana pendidikan yang menarik dan cocok bagi semua kalangan. Alamat Kebun Raya Bogor: Jalan Ir. Haji Juanda No 13, Bogor 16122, Jawa Barat, Indonesia.

About the author: JiettaMiyya